Venansius Aprian Hani March 16, 2019

Jelang perayaan Paskah, para guru di Kevikepan Borong mengikuti rekoleksi dengan tema “Kamu pun wajib saling membasuh kakimu” (yoh 13: 14).

Rekoleksi dilaksanakan di Paroki Santa Maria Pembantu Abadi Lawir, Sabtu (16/03/3019) atas kerja sama Paroki Lawir, Koordinator Pengawas (Korwas) Poco Ranaka Timur dan Komisi Pendidikan Keuskupan Ruteng.

Peserta rekoleksi berjumlah 119 orang guru dan kepala sekolah dari SD dan SMP se paroki Lawir.

Para guru peserta rekoleksi Kevikepan Borong di Paroki Lawir, Sabtu (16/03/2019)

Ketua Komisi Pendidikan Rm Edy Djelahu mengatakan, rekoleksi ini merupakan kesempatan untuk menjernihkan hati dan budi dalam Rangka merayakan wafat dan kebangkitan Tuhan. Sementara tema yang diambil dari tema Tahun Pelayanan, sesuai dengan konteks pekerjaan sebagai guru.

“Kiranya dari kekurangan lima roti dan 2 ikan, kita dapat saling berbagi dengan sesama khususnya dengan para peserta didik,” kata Rm Edy.

Sebelum rekoleksi, Rm Edy mempresentasikan Evaluasi Proses Pembelajaran kepada para peserta agar para guru bisa bisa bercermin dari hasil evaluasi pendidikan yg telah dilaksanakan untuk dapat menciptakan karya pelayanan yang lebih baik di dunia pendidikan melalui proses pembelajaran kepada para peserta didik.

Pastor Paroki Santa Maria Pembantu Abadi Lawir Rm Don Lagus mengatakan, rekoleksi ini adalah salah satu bentuk berbagi Roti dan mengajarkan kepada kita untuk saling membasuh kaki. Diskusi pendidikan telah membantu kita untuk melihat wajah pendidikan kita, sehingga dapat saling melayani dan berbagi dengan anak-anak didik.

Hadir pula dalam kegiatan ini Vikep Borong, Rm Simon Nama. Ia menjelaskan, para guru adalah pilar dari paroki. Karena itu, para guru harus bekerja dan saling melayani dengan sungguh-sungguh. Kemajuan pelayanan, kata dia, ditentukan oleh empat hal.

Vikep Borong Rm Simon Nama

“Pertama, Melakukan reformasi/ menata spirit pelayanan. Karya pelayanan kita adalah karya pelayanan Allah. Karena itu, karya kita, dalam hal ini karya pendidikan adalah suci dan mulia; Kedua,menata diri para pelayan. Kita mesti direformasi baik hati, sikap, dan perbuatan. Kita mesti mempunyai visi, misi, program kerja, dan komitmen. Ini adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan; Ketiga, menata organisasi pelayanan. Organisasi di sekolah harus ditata sebaik mungkin dan harus berfungsi dengan baik. Organisasi sangat penting untuk karya pelayanan kita; Keempat, menata karya pelayanan. Hal ini bearti, bahwa dari segi managemen pelayanan harus mempunyai perencananan yang baik di sekolah, ada pelaksanaan monitoring, dan juga evaluasi. Pendidikan itu mesti direncanakan, diawasi dan dievaluasi bersama. Managemen yg sukses adalah yg terencana, terlaksana, dan terukur. Selain itu, karya pelayanan harus bersifat transformatif dan mendidik,” urai Rm Simon.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*