Komsos Ruteng January 14, 2019

I. Ritus Pembuka

1. Perarakan Masuk
2. Tanda Salib dan Salam
3. Kata pengantar.
4. Pernyataan Tobat dan Permohonan Pengampunan
5. Madah Kemuliaan [ fakultatif sesuai masa liturgi].
6 Doa Pembuka:

Pemimpin:
Marilah kita berdoa [hening sejenak]
Allah yang mahakuasa dan kekal,
Putra-Mu yang tunggal menyerahkan diri-Nya demi keselamatan umat manusia.
Ia telah memperlihatkan kasih yang amat besar dengan tindakan nyata yakni melayani.
Jiwailah semangat pelayanan kami dengan kasih ilahi-Mu,
agar kami bisa mewujudkan kasih dan iman
yang tampak dalam setiap tindakan pelayanan.
Kami memohon dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami
yang bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus,
hidup dan berkuasa Allah sepanjang segala masa.

II. Liturgi Sabda

1. Bacaan: 1Kor 8: 1-7
2. Mazmur Tanggapan
3. Bait Pengantar Injil: Alleluya/Terpujilah…
4. Injil: Yoh 13: 1-17, Mat 14:13-21, Luk 9: 10-17, Luk 4: 16-21
5. Kotbah/Renungan

RENUNGAN II

MEMBERI DARI KEKURANGAN
(MAT 14:13-21)

Ibu, bapa, sdr/i, anak, remaja dan orang muda yang dikasihi Tuhan!
seringkali kita tidak mau membantu orang yang miskin dan sengsara, dengan alasan kita pun hidup dalam kekurangan. Kita jatuh dalam pendapat yang sesat, bahwa membantu itu hanya dibuat bila kita kelebihan. Sering juga terjadi bahwa orang membantu untuk menyalurkan barang sisa bahkan sampah yang tidak dibutuhkan oleh dirinya sendiri, misalnya bahan makanan yang sudah kedaluawarsa atau pakaian bekas yang sudah rusak. Betulkah bahwa kita baru dapat menolong, bila kita sendiri hidup berkecukupan dan berkelimpahan? Apakah kita baru membantu yang lain, bila kita telah menjadi kaya?

Iman Kristiani menghendaki agar kita mengembangkan spirit baru, yakni memberi dari kekurangan. Dalam keterbatasan yang ada, kita diajak untuk berbelarasa dan menolong orang-orang yang hidup miskin dan menderita. Hal inilah yang ditegaskan Yesus dalam injil yang kita dengar tadi. Ketika orang-orang banyak mengalami kelaparan, para murid menganjurkan kepada Yesus agar Dia menyuruh mereka pulang dan mencari makanan di desa-desa sekitar. Alasannya masuk akal. Mereka sendiri kekurangan. Yang ada pada mereka hanyalah “lima roti dan dua ikan”. Namun alangkah terperanjatnya mereka, ketika Yesus memerintahkan: “Kamu harus memberi mereka makan!” (ay. 16). Bagi Yesus, menolong orang lapar tidak bertolak dari kelebihan materiil, tetapi hati yang penuh belas kasih (ay. 14). Memberikan kolekte, berapa pun besarnya, sangatlah bernilai, bila mengalir dari hati yang bersolider dengan orang miskin dan hina. Itulah sebabnya Dia memuji janda miskin dalam Kitab Suci yang hanya memberikan dua peser: “sesungguhnya janda ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu” (Luk 21:3).

Umat beriman yang dikasihi Tuhan,

Ada banyak orang yang hidup sangat susah dan menderita di sekitar kita. Mereka sering kita lihat “dengan sebelah mata”, karena kita berpendapat bahwa kita sendiri hidup “pas-pasan”. Namun Yesus mengajak kita untuk selalu memiliki hati untuk orang yang sengsara. Meskipun penghasilan kita terbatas dan hidup kita juga berkekurangan, kita diajak untuk berbagi dari keterbatasan.

Mujijat penggandaan roti terjadi, manakala para murid dan orang banyak membiarkan diri dibarui oleh belas kasih Yesus. Ketika mereka terbuka terhadap kasih-Nya, di sana mereka menjadi “kaya” dan dapat berbagi. Apa yang kurang, menjadi cukup dan berkelimpahan ketika dibagi-bagi dalam persaudaraan dan solidaritas. Barang siapa yang membagi dari kekurangan, dia membuat tangannya kosong. Dengan itu membiarkan rahmat Allah mengisi diri-Nya dengan kelimpahan cinta-Nya.

Kiranya dalam Tahun Diakonia/Tahun Pelayanan ini, hati kita semakin terbuka terhadap sentuhan kasih Allah yang berlimpah-limpah. Sehingga kita pun dapat berbagi dari keterbatasan dan kekurangan kita. Marilah kita ikut serta dalam berbagai program dan gerakan pastoral di Tahun Persekutuan ini untuk menolong dan berbagi dengan sesama yang menderita, sakit dan sengsara. Melalui hati yang berbagi, kita juga turut mengupayakan hidup bersama yang semakin bersaudara, sejahtera dan berkecukupan. Dalam solidaritas, kita ikut mewujudkan dunia baru yang diresapi oleh keadilan, kebenaran dan perdamaian (mc).

6. Hening
7. Credo
8. Doa Umat:

Pemimpin:
Dengan membasuh kaki para murid-Nya,
Kristus memberikan teladan dan perintah baru agar kita saling mengasihi.
Marilah kita berdoa kepada Bapa agar dapat melaksanakan pelayanan dengan sepenuh hati.

Lektor:
Semoga para pemimpin Gereja melakukan tugas penggembalaan
dengan semangat seperti Yesus yang membasuh kaki para murid-Nya
dan melakukan tindakan pelayanan dengan penuh kasih.
Marilah kita memohon…

Lektor:
Semoga para pemimpin masyarakat melaksanakan tugas pengabdianya dengan penuh tanggung jawab
seturut Sabda Yesus melayani satu sama lain demi keselamatan bersama.
Marilah kita memohon…

Lektor:
Semoga karya pelayanan umat Allah di keuskupan Ruteng pada tahun ini
sungguh dijiwai oleh semangat cinta Yesus
yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani.
Marilah kita memohon…

Lektor:
Semoga kita semua yang hadir dalam perayaan ini,
memperbaharui niat untuk saling mengasihi dan melayani satu sama lain,
supaya nilai hidup Kristiani terpelihara dan terpancar
melalui cara hidup yang pantas dan tindakan pelayanan
yang dijiwai oleh kasih Allah.
marilah kita memohon…

Pemimpin:
Ya Allah Bapa yang mahabaik,
dengarkanlah permohonan kami dan bantulah kami dalam tindakan pelayanan
supaya memiliki semangat pengorbanan seperti Yesus Putra-Mu,
Tuhan dan Pengantara kami.

9. Kolekte
10. Doa Pujian:

Pemimpin:
Saudara-saudari yang terkasih,
Allah begitu baik kepada kita umat-Nya.
Dalam kebaikan-Nya itu, Ia datang melayani kita.
maka marilah kita memuji Dia:

Umat:
Ya Allah yang kekal, sungguh baiklah Engkau.

a.
Allah maha pengasih dan penyayang,
Engkaulah penyelenggara segala hal dalam hidup kami.
Dalam kebaikan-Mu yang tak terhingga, Engkau menciptakan kami
dan menganugerahi kami kehidupan.
Maka kami memuji Engkau:

U: Ya Allah yang kekal sungguh baiklah Engkau.

b.
Bapa, amat besarlah cinta-Mu kepada kami.
Ketika dalam perjalanan hidup ini kami jatuh,
Engkau menyelamatkan kami dengan mengutus Putra-Mu
dan Dia mengajarkan kami untuk mencintai.
Engkau serahkan Dia bagi maka kami memuji Engkau.

U: Ya Allah yang kekal, sungguh baiklah Engkau.

c.
Dan betapa besar cinta dan kebaikan-Mu bagi kami.
Engkau mencurahkan Roh Kudus- Mu
untuk menyempurnakan rencana penyelamatan-Mu dalam diri.
Maka kami memuji Engkau.

U: Ya Allah yang kekal, sungguh baiklah Engkau.

d.
Setiap hari Engkau limpahi kami dengan karunia dan berkat,
sehingga kami dapat menunaikan tugas sehari-hari,
yakni berbakti bagi-Mu dan melayani sesama lewat karya-karya kami.
Maka kami mememuji Engkau.

U: Ya Allah yang kekal, sungguh baiklah Engkau.

e.
Atas karya-Mu yang agung itu,
bersama seluruh umat beriman,
dalam kesatuan dengan Bapa Suci….. dan Uskup kami…. dan pastor paroki kami…
kami melambungkan madah pujian bagi-Mu:

Umat menyanyikan lagu:
Hai umat pujilah Bapa, Putra dan Roh Kudus… Madah Bhakti 484.

11. Ritus Komunio: Bapa kami, Salam Damai, komunio
[Jika tanpa komunio: Bapa Kami, salam Damai, Doa Komunio Batin]
12. Mazmur Pujian dan Syukur: misalnya Mzm 23
13. Doa Penutup

Pemimpin:
Marilah kita berdoa
Allah Bapa kami di surga,
semoga dengan merayakan misteri wafat dan kebangkitan Putra-Mu,
kami dikuatkan dalam mewujudkan pelayanan dengan penuh sukacita
dan memperlihatkan kasih seperti Kristus, Putra-Mu,
Tuhan dan pengantara kami.

14. Memohon Berkat Tuhan
15. Pengutusan
16. Perarakan Keluar.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*