Fr Albertus Dino OFM January 11, 2019

“Natal adalah keabadian dalam peristiwa hidup. Dan masa depanku sangat indah. Aku lebih tertarik melihatnya daripada menolek ke belakang. Kita sebagai orang beriman, apakah cukup menatap masa depan yang penuh dengan tanda tanya, atau tidak perlu menoleh ke belakang, melihat situasi yang telah lewat untuk menjadi bahan perbandingan kita, apakah kita menuju kepada kebaikan ataukah kita tetap begitu saja.”

Demikian Fransiskus Tote, Camat Kecamatan Ndoso dalam pesan natalnya pada perayaan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga besar kantor Kecamatan Ndoso dan pelepasan Bapak Philipus Sangkang di aula kantor Kecamatan Ndoso, Tentang, Manggarai Barat (10/01/2019).

Tote juga mengajak semua yang hadir untuk tidak lupa bersyukur kepada sang pemilik kehidupan atas rahmat yang telah diterima dari pada-Nya.

“Aku sangat beruntung dan bersyukur, andaikan saja kita semua adalah aku, masih bisa bernafas. Karena itu, bersyukur setiap hari adalah anugerah. Karena menyadari campur tangan Tuhan itu luar biasa maka sesederhana apapun yang kita lakukan, kita harus menyadari bahwa hidup ini bukan cuma-cuma tetapi hidup ini ada pemiliknya. Marilah kita bersyukur kepada sang pemiliknya itu,” katanya lagi.

Lebih Lanjut Tote mengajak untuk melakukan resolusi dalam diri setiap orang serta membuat rencana baru yang akan dikerjakan di tahun baru, tahun 2019.

“Saya menyadari sebagai seorang pemimpin, kurang lebih dari bulan Januari sampai Desember 2018, banyak hal yang belum saya lakukan dan yang sudah dilakukan tetapi tidak memuaskan semua pihak yang saya layani. Banyak juga hal yang sudah saya lakukan yang tidak berkenan di hati bapa-ibu, sesama saudara saya, baik yang ada di kanator kecamatan, yang menyebar di UPTD, di masyarakat, di sekolah-sekolah. Oleh karena menyadari keterbatasan semuanya itu, maka pantas dan layaklah kita semua harus bersyukur,” tegasnya.

Sering kali keterbataan dan kebencian, katanya lagi, membuat kita dijauhkan, diisolir dari sesama saudara kita yang kita layani selama tahun 2018, karena itu mari kita kuburkan masing-masing. Mari kita di awal tahun 2019 ini menciptakan kekuatan baru, persaudaraan sejati guna mengatasi persoalan secara bersama dalam rangka mempererat kebersamaan kita di wilayah ini. Semoga natal tahun 2018 mengantar kita ke tahun 2019 untuk menjadi umat, manusia yang menyenangkan diri, sesama, mereka dan kita semua.

Dan di akhir pesan natalnya, Camat Kecamatan Ndoso itu mengungkapkan bahwa kesehatan seseorang diuji dari kematangnya saat menghadapi masalah serta hidup kita ditentukan oleh apa yang dikatakan Tuhan bukan ditentukan oleh apa yang dikatakan manusia. Selamat hari Natal dan Tahun Baru. Mohon maaf lahir dan batin.

Bersamaan dengan acara ini, diadakan juga pelepasan Bapak Philipus Sangkang yang telah memasuki masa purna bakti, setelah menjalankan tugas sebagai sekertaris. Perayaan syukur ini diawali dengan ibadat sabda, lalu dilanjutkan dengan acara seremonial pelepasan.

Hadir juga dalam perayaan ini, para kepala UPTD/Koordinator dan staf, tokoh agama dan tokoh masyarakat, para Kepala Desa, para pengawas TK/SD, para sekertaris desa, ketua dan anggota TP PKK se-Kecamatan Ndoso, dan para Kepala Sekolah dan guru-guru TK/SD/SMP/SMA.

“Bagi saya, kata pelepasan ini memiliki arti yang sangat luas. Pertama, perpisahan antara saya dengan semua para staf yang ada di kantor kecamatan ini. Kedua kata perpisahan itu mengandung arti, ada yang pergi dan ada yang tinggal. Yang jelas, saya yang pergi dari tempat ini. Untuk semuanya itu, saya mengucapkan terima kasih dan mohon maaf atas segala kekurangan saya dalam seluruh tugas pelayanan saya. Dan juga saya menyampaikan selamat bekerja. Semoga pak Camat sampai pada stafnya dapat bekerja dengan baik,” demikian ungkap Philipus dalam sambutannya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*