Komsos Ruteng January 8, 2019

Bertolak dari Sinode III, Keuskupan Ruteng memusatkan karya pastoral pada bidang pelayanan atau diakonia pada 2019. Itu berarti Gereja akan banyak melakukan penataan dan reformasi dalam bidang itu. Vikep Borong Rm. Simon Nama menyatakan, para agen pastoral sebagai murid diutus untuk melayani Allah dan melayani visinya, yaitu kesejahteraan, kebahagiaan, dan keselamatan. Karena itu, pada tahun diakonia atau pelayanan, Gereja menata dan mereformasi pelayanan demi terwujudnya rencana dan visi Allah itu.

“Sekurang-kurangnya empat hal terkait pelayanan yang perlu direformasi yaitu spiritualitas pelayanan, subjek pelayanan, organisasi pelayanan dan karya pelayanan,” kata Romo Simon dalam renungan pada Misa Pembuka Pertemuan Pastoral Keuskupan Ruteng di Aula Efata, Senin (7/01) sore.

Dalam hal spiritualitas pelayanan, jelas Romo Simon, karya pelayanan Gereja sebagai karya Allah sendiri. Yesus telah memberi kesaksian tentang perutusannya untuk melaksanakan kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Demikian pula Gereja, karya pelayanannya merupakan keikutsertaan dalam karya Allah bagi dunia.

Vikep Borong Rm. Simon Nama, Pr membawakan renungan pada Misa Pembuka Sidang Pastoral Post Natal Keuskupan Ruteng di Aula Efata, Senin (07/01) sore.

“Yesus dalam Injil Yohanes bab 6 ayat 38-39 mengatakan, Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku tetapi melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang diberikan kepada-Ku jangan ada yang hilang tetapi supaya dibangkitkan pada akhir zaman. Bagian lain dalam Injil Yohanes, yaitu bab 7 ayat 16 mengatakan, ajaran-ku tidak berasal dari diri-Ku sendiri tetapi dari dia yang mengutus Aku,” urai Romo Simon.

Terkait reformasi subjek pelayanan, Romo Simon menyatakan keberhasilan pelayanan Gereja sangat bergantung pada para pelayannya. Merekalah subjek pelayanan yang mesti menjadi manusia dengan pribadi yang utuh. Pribadi utuh memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, moral dan sosial.

“Itu pribadi pelayan sejati. Kalau kecerdasan-kecerdasan itu tidak ada, pelayanan bisa gagal,” tegas dia.

Pelayanan, lanjut Romo Simon, membutuhkan organisasi yang baik sehingga mencapai hasil yang maksimal. Yesus sendiri mempraktikkan itu dengan membentuk kelompok atau organisasi para rasul dan murid-murid.

“Syukur, tahun 2018 kita telah melakukan reformasi organisasi mulai dari tingkat KBG dengan personalia dan program-programnya. Tanpa organisasi, kita menjadi single fighter dan itu sulit di zaman sekarang,” kata Romo Simon Nama.

Akhirnya, Tahun Pelayanan menjadi kesempatan untuk mereformasi atau menata karya-karya Gereja dalam bidang pelayanan. Penataan itu, menurut Romo Simon Nama, antara lain meliputi manajemen, keterlaksaannya atau keberhasilan, dan pendekatan pelayanan. Program pelayanan direncanakan bersama, dibuat bersama, dan dievaluasi bersama. Inilah yang disebut dengan manajemen kepemimpinan partisipatif.

 

Dari segi kesuksesan, lanjut Romo Simon, pelayanan mesti terrencana, terlaksana, terarah dan terukur. Sedangkan dari segi pendekatan, pelayanan antara lain bisa dilakukan lewat pendekatan karitatif dan pendekatan pemberdayaan.

“Bahasa pastoralnya, diakonia, sosial dan transformatif. Ada juga ungkapan, jangan beri ikan kepada umat, tetapi beri kail supaya mereka memancing ikan,” pungkas Vikep Borong itu.

1 thought on “Vikep Borong: Empat Hal Ini Perlu Direformasi pada Tahun Pelayanan 2019

  1. Gereja yang mengumat adalah Gereja yang dekat dengan umat, merasakan suka duka umat, terlibat bersama umat. Pelayanan pastoral hendaknya membawa karya nyata umat dalam semangat injil dan menginjili karya umat. Gereja harus lebih terbuka dan inklusif. Masalah umat sekarang adalah bagaimana bertahan hidup dalam era milenial dan kesiaan umat bertarung di era ini, masalah sosial lainnya adalah kepeduliaan Gereja terhadap kelompok rentan, Disabilitas, lansia dan pengangguran terdidik. Injil yang hidup ada pada orang kecil, menderita dan kaum papa, pelayanan bukan hanya pada kaum borjuis.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*