Ino Sengkang January 7, 2019

Hari Raya penampakan Tuhan jatuh pada minggu pertama di tahun 2019. Hari raya ini, bertepatan dengan pesta tiga majus dari timur dimana para majus dituntun oleh Bintang Timur untuk bertemu sang bayi Yesus di Betlehem. Betlehem merupkan kampung kecil di tepi barat Palestina.

Hari Raya pesta penampakan Tuhan di tanggung oleh Sekami paroki Khabar Gembira Waerana-Kevikepan Borong Keuskupan Ruteng Kabupaten Manggrai Timur. Sekami paroki waerana ikut mengambil bagian penuh dalam perayaan ini pada Minggu 06 Januari 2019. Organisasi sekami paroki waerana di dampingi oleh Martina Tiberia Sarong S.Pd, Elisabet Sara S.Pd, Veronika Varadila Gery S.Pd.

Romo Josi Erot Pr, yang memimpin perayaan EkAristi dalam pengantarnya memberikan salam Damai Natal dan tahun baru untuk umat paroki khabar Gembira.

“Kita sama-sama merayakan hari raya penampakan Tuhan ketika Tuhan Yesus yang datang sebagai Allah Tetapi dengan cara yang sangat manusiawi. Datang sebagai bayi yang sederhana, dilahirkan oleh seorang perempuan sederhana dan di tempat yang sederhana. Dalam kesederhanaan itu maka terwujudlah cinta Tuhan yang Datang dan tinggal di dalam kehidupan kita manusia. Sungguh menjadi nyata dan rupa-rupanya tidak gampang diterima dan dimengerti oleh pikiran Manusia. Allah luar biasa, “ kata Romo Josi.

Selanjutnya, dalam kotbah Romo Josi mengajak umat paroki waerana mencontohi para majus berjalan menuju Terang Allah.

“Saya mengajak. Kita semua untùk berjalan meninggalkan cara hidup yang lama dan mencari cahaya Allah. Cahaya Allah yang tampak dalam bayi mungil Yesus yang akan tampil menerangi dunia, menghalau kegelapan hidup kita. Apabila kehidupan kita dipenuhi dengan cahaya Allah yang terang benderang maka kita akan selalu hidup dalam Kedamaian bersama Allah dengan sesama di sekitar kita. Mari tinggalkan sifat lama manusiawi kita, superioritas kita dan mencari cahaya yang selalu menuntun perjalanan hidup kita seperti yang dilakukan oleh para majus dari timur,” ajak Romo Josi.

“Mari kita saling belajar dari Anak-anak kita (sekami) yang hari ini berani tampil, menyumbakan potensi, kemampuan yang sederhana dan mempersembahkan kepada bayi mungil Yesus. Mereka juga sudah melihat dan mengalami Cahaya Allah,” ungkapnya.

Pendamping sekami, Martina Tiberia Sarong S.Pd mengungkapkan rasa bangga dan syukur karena anak-anak Sekami hari ini sdah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab untuk melayani Tuhan.

“Saya mulai aktif terlibat menjadi pendamping sekami sejak tahun 2008. Waktu itu saya baru tamat dari kuliah PGSD di STKIP Ruteng. Jujur saya terlibat karena tergerak hati tanpa paksaan dari siapapun apalagi dengan melihat anak-anak yang pada saat itu dibimbing oleh suster-suster CIJ memiliki potensi dan kemampuan yang luar biasa,” ungkapnya penuh haru.

Ibu Meltin demikian akrab di sapa oleh anak-anak sekami, menuturkan,” saya menjadi pembina sekami sudah 10 tahun semuanya saya jalankan dengan tulus untuk melayani anak-anak. Menjadi pembina sekami tentu banyak sukanya dan juga duka. Sukanya ketika melihat anak-anak begitu bersemangat, rajin dan juga sangat kreatif ikut dalam kegiatan kegiatan sekami. Sedangkan dukanya kalau melihat anak-anak khususnya laki-laki sudah mulai malas ikut kegiatan sekami. Tetapi terus terang selama ini saya banyak happy-nya.”

Meltin juga menyebutkan beberapa kegiatan sekami.

“Kegiatan-kegiatan yang pernah dibuat boleh sekami Paroki Waerana seperti kunjungan doa ke stasi stasi, kegiatan malam kesenian, kunjungan tiga raja, ziarah ke gua Gua Maria pada bulan Maria. Umumnya yang ikut sekami ada beberapa siswi SMA, SMP, SD, TKK, PAUD dan bahkan ada juga yang masih kecil juga ikut karena sering diajak untuk bermain bersama anak-anak sekami. Mereka sangat suka cita,” Tuturnya

“Untuk koor hari ini, anak-anak sekami sudah sering tampil membawakan koor. Biasanya latihan tiap minggu pertama dan ketiga. Mulai sejak bulan November juga mengambil waktu pada sore hari selesai ujian semester. Saya berharap anak-anak sekami tetap semangat dan juga bisa mengajak teman-teman lain untuk aktif dalam setiap kegiatan sekami. Saya juga berharap agar kerjasama antara guru guru agama baik SD SMP SMA maupun orangtua ntuk memberi tetap memotivasi pada anak/ siswa-siswinya agar terlibat dalam kegiatan sekami,”katanya.

Pastor Paroki Khabar Gembira Waerana, Romo Wihelmus Mungkur Pr mengharapkan di tahun yang baru 2019 sekami waerana lebih semangat lagi.

“Saya mengharapkan supaya sekami paroki waerana tetap hidup dan menjadi misionaris bagi teman-teman Bapak dan Mama serta keluarga. Jadilah cahaya yang membawa Sukacita setiap hari, “ harap Romo Mus.

Perayaan Ekaristi penampakan Tuhan berjalan dengan meriah, diiringi musik liturgis oleh Yopino Sengkang, koor sekitar ratusan Sekami dipandu oleh dirigen Dessi dan Chyma, tari-tarian, ajuda, lektor-lektris, dan pembawa persembahan, berjalan nyaman dan lancar.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*