Komsos Ruteng January 7, 2019

Rekoleksi dengan tema “Pelayanan, berbagi hidup dengan sesama” mengawali pertemuan pastoral Post Natal Keuskupan Ruteng. Rekoleksi dibawakan oleh Rm Stanis Harmansi Pr di ruang pertemuan Wisma Efata Ruteng, Senin (07/01) sore.

Dalam renungan, Romo Stanis membahas ayat-ayat Kitab Suci yang berbicara tentang pelayanan terutama dalam kitab-kitab Injil, Surat-Surat Paulus dan Surat Pertama Rasul Petrus. Dari teks-teks ITU, ia menyatakan lima tujuan dari pelayanan pastoral Gereja. Pelayanan pada tempat pertama bertujuan untuk melanjutkan pelayanan yang sudah dimulai oleh Tuhan kita Yesus Kristus.

“Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat padamu. Kita adalah tubuh Yesus yang mengekspresikan hidup-Nya kepada manusia dewasa ini,” kata Rm. Stanis mengutip Injil Yohanes (Yoh 13:14-15), dan beberapa Surat Paulus (Rm 12:4-5; 1 Kor 12:12-31)

Tujuan kedua dari pelayanan, lanjut Rm Stanis, yaitu untuk memuliakan Allah. Dalam peristiwa inkarnasi Allah telah berbagi hidup dengan manusia.

“Allah yang telah berbagi hidup ini kita perlihatkan lewat pelayanan dan di sana tumbuh sikap berbagi di antara kita. Surat Kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus menyatakan, Dan oleh sebab kamu telah tahan uji dalam pelayanan itu, mereka memuliakan Allah karena ketaatan kamu dalam pengakuan akan Injil Kristus dan karena kemurahan hatimu dalam membagikan segala sesuatu dengan mereka dan dengan semua orang (2 Kor 9:13). Rasul Petrus dalam Surat Pertama menulis, jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya (1 Ptr 4:11).”

Pelayanan kepada orang lain menyatakan kesatuan orang beriman dengan Yesus dan BapaNya. Inilah tujuan ketiga dari pelayanan seperti ditegaskan oleh Yohanes dalam Injilnya.

“Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayanKu akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa,” (Yoh 12:26).

Keempat, dengan melayani sesama, orang beriman membantu pembangunan persekutuan agar bertumbuh dalam kasih sebagaimana yang dilukiskan dalam Surat kepada jemaat di Efesus (Ef 4:11-16).

Akhirnya, pelayanan bertujuan untuk membuat hidup kita bermakna dan punya orientasi.

“Setiap kita mempunyai peran unik untuk dimainkan yang orang lain tidak bisa ganti,” kata Rm. Stanis mengutip 1 Kor 12:14-27.

Romo Stanis mengakhiri permenungan dalam rekoleksi dengan untaian kalimat puitis berikut.

“Wae Mokel – Selat Sape berbingkai satu
Melingkar kita bersaudara
Keuskupan Ruteng cuma satu
mari berpadu melangkah bersama

Tahun 2019 satu ikrar kita pekikkan
selaras bergerak membangun Keuskupan
dalam tindak pelayanan tanpa batas

Selamat Melayani”

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*