Fr Albertus Dino OFM January 7, 2019

Dalam rangka menyambut dan memeriahkan HUT Sekami yang ke-176 pada 6 Januari, Sekami paroki St. Fransiskus Assisi Tentang mengadakan kunjungan tiga Raja di tiga Stasi paroki Tentang; stasi Lareng, stasi Todo dan stasi Tentang. Kunjungan tersebut juga untuk mengingatkan peristiwa kunjungan tiga raja dari Timur yang mengunjungi bayi Yesus di Betlehem. Kunjungan tersebut dilaksanakan beberapa hari, mulai 2 – 6 Januari.

Peserta yang mengikuti kunjungan tersebut berjumlah 100 orang, berasal dari stasi Lareng dan stasi Tentang; 60 Sekami stasi Lareng dan 40 Sekami stasi Tentang. Anak-anak Sekami stasi Lareng hanya mengikuti kunjungan hari pertama dan kedua sedangkan anak-anak Sekami stasi Tentang mengikuti kunjungan sampai hari terakhir.

Pada tanggal 2 Januari, mereka mengunjungi umat Stasi Todo, tanggal 3 mengunjungi umat di stasi Lareng, dan tanggal 4 dan 6 mengunjungi umat di stasi Tentang.
Kunjungan tersebut didampingi oleh suster-suster SFSC, suster Siska SFSC, Suster Yelci SFSC, suster Marni SFSC dan suster Ita SFSC. Mereka dibagi dalam dua kelompok dan masing-masing kelompok didampingi oleh dua suster.

Walaupun cuaca tidak bersahabat, hujan mengguyuri wilayah paroki Tentang dari pagi hingga sore hari tetapi semangat misioner anak-anak Sekami Paroki Tentang tak pernah padam. Mereka, dengan membawa bekal masing-masing, menempuh jalan kaki melintasi lereng dan bukit menuju stasi-stasi itu. Mereka mendatangi setiap rumah umat dengan membawa tiga raja; Baltasar,Gaspar dan Melkior, malaikat dan bintang. Di setiap rumah mereka memulai dengan doa lalu disusul dengan salam, “semoga Kristus Terang dunia, menerangi hati semua penghuni rumah ini.” Dan diakhiri dengan menulis angka 20+ C + M + B + 2019 sebagai tanda kehadiran ketiga raja itu di rumah tersebut.

Kunjungan ini sebenarnya dimaksudkan untuk membawa terang dan berkat bagi setiap penghuni rumah yang dikunjungi, kata Suster Siska SFSC sebagai pembina, karena dalam doa yang diucapkan oleh anak yang berperan sebagai Raja Baltasar mengatakan,

“Bapa mama sekalian, kami membawa berkati ini untuk kalian, Cristus Mansionem Bendedikat, artinya semoga Kristus memberkati rumah ini.”

“Namun kami masih menemukan kesulitan karena ada umat yang menolak kami. Mereka bilang rumah itu tidak ada orangnya, padahal dia sendiri yang tinggal dari rumah tersebut tetapi saya sangat senang dan bahagia karena pada saat itu saya bisa bertemu dengan banyak umat dan mengatahui situasi kehidupan mereka,” Tambah suster Yelci SFSC.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*