Sheila Kongen December 23, 2018

Senja menyapa manja para anak-anak Sekar-Sekami Ekukardo di pelataran gedung Serbaguna Ekaristi Kudus Ka-Redong.
Semuanya nampak sibuk dengan kelompoknya masing-masing.

Kali ini, seusai latihan koor untuk persiapan Natal. Mereka di bagi ke dalam beberapa kelompok untuk sharing tentang makna dan siapa mama bagi mereka sebenarnya.

Rentangan waktu diskusi dan sharing hanya 30 menit. Kemudian setiap kelompok mempresentasikan tentang hasil dari apa yang telah mereka lakukan.

Nada alarm pun memecah keributan dalam keheningan mereka. Semuanya berkumpul membentuk lingkaran untuk mempresentasikan hasil sharing dan diskusi.

Bagi mereka semua, mama adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Setiap hari sebenarnya adalah hari cinta dan kasih mama. Mama ibarat setiap hembusan nafas yang selalu ada bersama kita. Mama adalah kartini yang adalah tokoh emansipasi wanita. Mama adalah Sosok Bunda Maria dan Bunda Theresa yang nyata dalam hidup. Sederhana, luarbiasa, bijaksana dan sabar dalam amarah yang menandakan kasih.

Mama bak mutiara yang kemilau begitu berharga. Ia adalah surga yang penuh kenyamanan dan ketenangan. Mama adalah cahaya penuntun langkah agar tidak tersesat. Mama ibarat baju yang selalu dipakai dn melekat tak di lepas.Mama adalah guardian angel, hormati mama yang melahirkan mempertaruhkan hidup dan mati untuk kita.

Tak di pungkiri bahwa ada beberapa anak yang mengungkapkan makna mama bagi mereka sambil menangis. Lalu kakak pembina memberikan peneguhan bagi mereka.

Tiba-tiba dua orang anak berteriak sembari mengacungkan tangan berkata “Kami mau omong juga tentang perasaannya kami untuk mama.”

Seorang anak bernama candy, berkata ” Ka Shela, Mama adalah Bapa sekaligus mama juga.. Mama adalah wanita tangguh dan tegar. Ia adalah panutan dan teladan. Ia ajarkan saya untuk peduli dan menghargai orang lain”.

Kemudian Filia, berkata “Ka Shela, mama itu adalah kesedihan dan kerinduan.. Karena mama sudah di surga dengan bapa kasih tinggal kami sendiri.”

Seusai itu kembali dari kakak pembina memberikan pesan dan motivasi bagi anak-anak tentang mama. Pukul 16.30 kegiatan ditutup dengan doa dan anak-anak menyanyikan lagu berjudul “Bunda” secara bersama-sama sambil menyeka air mata. Tugas perutusan mereka adalah untuk senantiasa patuh terhadap orangtua.

“Jangan lupa untuk memeluk dan mengucapkan aku mencintai kalian. Selamat Hari Ibu.”

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*