Fr Albertus Dino OFM October 5, 2018

Kebaikan Tuhan sungguh dialami segenap umat Paroki St. Fransiskus Assisi Karot dalam ziarah iman mereka selama lima puluh tahun yeng telah lewat. Perayaan syukur itu dilengkapi juga dengan berkat Tuhan atas usaha seluruh umat di paroki Karot untuk membangun gereja baru. Perayaan 50 tahun dan pemberkatan gereja itu bertepatan dengan pesta St. Fransiskus Assisi yang merupakan pelindung gereja sekaligus pendiri Ordo Fransiskan, pada Kamis (4/10).

Perayaan besar itu dihardiri oleh bapa Uskup Administrator Keuskupan Ruteng, Mgr. Silvester San, Minister Provinsi OFM Indonesia, Pater Mikhael Peruhe, OFM, Vikjen Keuskupan Ruteng, Alfons Segar Pr, para imam Fransiskan dan Diosesan Keuskupan Ruteng, biarwan-biarawati, bupati dan wakli bupati Manggarai, dan segenap tokoh masyarakat serta seluruh umat paroki St. Fransiskus Assisi Karot.

Mgr. Silvester San, dalam kotbahnya, menjelaskan arti dan makna gereja bagi kehidupan umat beriman. Uskup Keuskupan mengatakan gereja tidak hanya dipahami sebagai bangunan fisik tetapi juga gereja adalah persekutuan umat Allah yang percaya kepada Yesus Kristus.

“Kita harus mengetahui bahwa istilah gereja ini mempunyai dua makna. Yang pertama gereja sebagai bangunan fisik dan gereja sebagai umat Allah. Kita adalah gereja sebagai umat Allah yang satu, yang mempunyai harkat misioner maka kita harus mampu menghayati cinta kasih dalam kehidupan kita sebagai satu persekutuan umat beriman dan Gereja sebagai persekutuan umat Allah itu harus terlibat dalam kehidupan umat” ungkap uskup Keuskupan Denpasar ini.

Sedangkan Minister Provinsi OFM Indonesia, Pater Mikhael Peruhe OFM, dalam sambutannya, melihat perjalanan iman umat paroki Karot selama 50 tahun sebagai wujud nyata dari panggilan St. Fransiskus Assisi yang mendengar suara dari salib San Damiano.
“Perjalanan selama lima puluh tahun ini menjadikan seluruh umat paroki karot dan para suadara yang diutus untuk melayani umat di paroki ini telah sungguh-sungguh mewujudkan apa yang menjadi makna dari panggilan st. Fransiskus Assisi yang mendengar suara dari salib, Fransiskus, pergilah dan perbaikilah rumahku yang hampir roboh ini. sehubungan dengan itu, umat paroki Karot tidak hanya memberbaiki gereja ini, tetapi malah membangun gereja paroki baru yang semegah ini,” ungkap mantan vikaris Provinsi OFM Indonesia.

“Hal itu semua, melalui gereja semegah ini, sambil mendengar semua makna yang ditinggal, arti spiritual yang ditunjukkan umat Allah paroki Fransiskus Assisi karot, yang dengan suasana persaudaraan mampu mewujudkan panggilan membangun rumah Allah yang baru ini, “ katanya lagi.
Lebih Lanjut, Minister Provinsi OFM Indonesia ini mengajak semua umat Paroki St. Fransisiksu Assisi Karot untuk melaksanakan panggilan sebagai umat iman dalam semangat persaudaraan dan perdamaian satu dengan yang lain.

“Dan setelah gereja yang kita harapkan telah terwujud maka masih ada satu lagi pangilan kita, yaitu memperbaiki kehidupan menggereja umat di paroki ini. Saya berharap, bersama seluruh saudara Fransiskan Provinsi Indonesia, yang diutus untuk melayani di paroki ini, mulai membangun iman umat dan juga kehidupan ekonomi umat supaya dapat membangun persekutuan seperti bangunan yang besar dan semegah ini sehingga terciptalah kehidupan bersama yang semakin beriman, bersaudara dan berdamai satu sama lain, “ ungkapnya lagi.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*