Fr Albertus Dino OFM September 30, 2018

Salah satu perhatian Keuskupan Ruteng pada tahun persekutuan adalah membangun semangat persaudaraan Orang Muda Katolik (OMK) Keuskupan Ruteng. Dengan perhatian tersebut, Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng mengadakan camping rohani OMK di setiap kevikepan di Keuskupan Ruteng. Kali ini dilaksanakan di Paroki Roh Kudus Labuan Bajo pada 27-29 September.

Dalam kegiatan temu OMK tersebut diadakan parade kebhinekaan yang melibatkan Orang Muda Katolik (OMK) dari paroki-paroki di Keviekpan Labuan Bajo, tokoh-tokoh agama dari agama Katolik, Islam, Kristen, Hindu dan Budha dan diramaikan oleh dramben dari SMP Arnoldus Labuan Bajo pada Jumat (28/9).

Rute Parade kebhinekaan ini dimulai dari halaman Mesjid Waemata atau lapangan SD Waemata, lalu diteruskan ke perempatan SD Waemata, belok kanan menuju Lampu Merah Langka Kabe, lalu Belok kiri menuju Gereja paroki Roh Kudus Labuan Bajo.

Di halaman Gereja Paroki Roh Kudus Labuan Bajo, acara dilanjutkan dengan peneguhan kebhinekaan dari ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng, Rm. Benny Denar Pr. Lalu pembacaan janji Pemuda-pemudi Manggarai Barat oleh ketua OMK gugusan Labuan Bajo, dan penandatanganan janji oleh ketua OMK Kevikepan, ketua Muhamadiyah, ketua FKUB dan ketua MUI Labuan Bajo. Di akhir rangkaian acara, ada penyalaan  api unggun dan kembang api.

Rm. Benny, dalam peneguhan kebhinekaannya, mengajak semua yang hadir untuk menjadi agen pembawa damai. Setiap orang memiliki martabat yang sama, sebagai ciptaan Allah yang serupa dengan Allah. Setiap orang punya kewajiban untuk menghargai perbedaan itu.

“Dalam Kitab Perjanjian Lama, manusia diciptakan sebagai citra Allah. Maka siapapun dia, asal dia manusia wajib dihargai, apapun agamanya, apapun sukunya, atau apapun perbedaannya dengan kita. Karena dia adalah citra Allah, yang menurut kita, dia adalah segambar dan serupa dengan Allah. Maka siapa pun yang mengangkangi perbedaan, yang tidak menghargai manusia maka dia mengangkang martabat Tuhan sendiri. Karena itu kita orang kristiani wajib menghargai manusia, apapun agamanya, apapun budayanya, apapun latar belakangnya, dan dari manapun dia,” ungkapnya.

Pada saat ini, Rm Beny Denar melanjutkan, kita bekerja untuk menciptakan damai, bukan sekedar membawa damai. Kita sedang mempromosikan damai di tanah air ini. Karena dengan cara demikian, kita disebut sebagai sahabat Allah. Tuhan Yesus sejak kelahirannya, Dia datang untuk membawa damai. Dia mendamaikan antara surga dan dunia, Dia mendamaikan antara orang berdosa dan Tuhan sendiri.

“Karena itu apabila kita bekerja untuk mempromosikan damai, apabila kita bekerja untuk toleransi, apabila kita bekerja untuk kebhinekaan maka kita sedang bekerjasama dengan Tuhan Yesus untuk menciptakan damai. Dengan demikian kita disebut sebagai sahabat Allah,” Tegas Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng ini.

Dan akhirnya Rm. Benny mengajak Orang Mudak Katolik Keuskupan Ruteng untuk menjadi sahabat Allah dengan menciptakan perdamaian dalam kehidupan bersama.

“Bekerjalah sebagai sahabat Allah, dengan menghormati sesama, dengan menghormati perbedaan dan bersikap toleran terhadap kebhinekaan itu. Kita Orang Muda Katolik (OMK), marilah bekerja menciptakan damai supaya disebut sebagai sahabat Allah,” tegasnya lagi.

Ajakkan Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng ditanggapi secara baik oleh seluruh OMK Kevikepan Labuan Bajo dengan membacakan janji Pemuda-Pemudi Manggarai Barat secara bersamaan. Janji tersebut terdiri dari lima butir yang memuat penghargaan terhadap Pancasila dan UUD 1945, menerima Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan-kebudayaan di Manggarai Barat, menolak kekerasan atas nama suku, agama, ras dan etnis, serta mewujudkan keadilan sosial, kemanusiaan dan persaudaraan sejati di Manggarai Barat.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*