Komsos Ruteng July 10, 2018
Vikep Reo Rm. Herman Ando, Pr bersama peserta Camping OMK dan Dialog Pemuda Lintas Agama pada sesi Workshop Menjadi Fasilitor Katekese, Senin (09/07/2018)

 

Kevikepan Reo menyelenggarakan Camping Rohani OMK dan Dialog Pemuda Lintas Agama di kompleks SMAK Gregorius Reo, 8 – 10 Juli 2018. Selain utusan OMK dari 17 paroki sekevikepan Reo, kegiatan selama tiga hari ini melibatkan pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama dan utusan orang muda dari agama-agama lain.

Vikep Reo Rm. Herman Ando Pr. menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakakan untuk membangun persekutuan di kalangan orang muda yang menjadi fokus perhatian karya pastoral Keuskupan Ruteng pada tahun 2018. Sesuai dengan konteks Kevikepan Reo yang beragam etnis dan agama, upaya membangun persekutuan itu melibatkan berbagai elemen masyarakat.

“Kehidupan orang muda tidak terlepas dari orangtua dan keluarga. Kemudian, keluarga itu tidak terlepas dari komunikasi dan relasi dengan aneka pihak yaitu aneka etnis dan agama yang ada di Reo,” jelas Rm. Herman kepada Komsos Ruteng, Selasa (10/07/2018).

Lebih lanjut Rm. Herman menjelaskan, pelibatan tokoh lintas agama dan pemerintah sejalan dengan rekomendasi Sinode III Keuskupan Ruteng terkait pendekatan pastoral yang kontekstual dan integral serta semangat keterbukaan yang dianjurkan Paus Fransiskus

“Paus Fransiskus mengembangkan karya pastoral gereja dengan pintu-pintu terbuka. Dan pada saat yang sama, Sinode III Keuskupan Ruteng juga merekomendasikan pendekatan pastoral yang kontekstual dan integral. Karena itu kami merancang kegiatan orang muda sesuai dengan konteks Kevikepan Reo yang beragam etnis dan agama,” kata Rm. Herman.

Program Unggulan pada Tahun Persekutuan

Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Ruteng Rm. Beny Denar, Pr mengatakan, Camping OMK merupakan salah satu program unggulan di tahun persekutuan 2018. Selain di Reo, kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan di tiga kevikepan lainnya.

Berbagai acara selama camping tiga hari itu, lanjut Rm. Beny Denar, telah dirancang untuk menjawab berbagai isu pastoral orang muda, khususnya persekutuan.

“Pertama, kita membuat dialog lintas agama. Ini menjawab isu nasional seputar toleransi, radikalisme, ujaran kebencian, dan sebagainya. Kita mengajak orang muda untuk bersosialisasi, menerima perbedaan, mengenal kebenaran dalam agama-agama lain. Melalui kegiatan camping, orang-orang muda Katolik juga diharapkan dapat lebih aktif dalam kehidupan menggereja. Mereka mengenal jati diri sebagai orang Katolik, bisa menyusun dan menjadi fasilitator Katekese, serta mampu mengelola program-program pastoral bagi orang muda,” urai Rm. Beny Denar.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*