Komsos Ruteng July 5, 2018
Direktur Puspas Keuskupan Ruteng Rm. Martin Chen menjelaskan Arah Dasar Pastoral Keuskupan Ruteng bagi anggota DPP, DKP, pengurus Stasi dan KBG dalam kegiatan pembekalan DPP di pra-paroki Kristus Penebus Rentung, Rabu (03/07/2018)

 

Pra-Paroki Kristus Penebus Rentung, Keuskupan Ruteng menyelenggarakan pembekalan bagi para pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), Dewan Pastoral Keuangan (DKP), pengurus Stasi dan KBG. Sebanyak 70 kader hadir pada kegiatan sehari di Gereja Pra Paroki Kristus Penebus Rentung tersebut, Rabu (03/07/2018). Sementara pemateri dari Pusat Pastoral yaitu Rm. Martin Chen, Rm. Edy Djelahu, dan Rm. Alo Jhonson sebagai nara sumber.

Pastor Pra-Paroki Rentung Rm Albertus Ngamal, Pr mengatakan, tujuan dari pemberdayaan DPP ini adalah untuk mempersiapkan para pelayan pastoral terutama untuk mengelola wilayah yang akan segera resmi menjadi paroki itu.

“Pengresmian nanti merupakan langkah awal untuk menghidupkan paroki. Karena itu, kegiatan ini kiranya dapat membantu para pengurus DPP, DKP, Stasi dan KBG untuk mengetahui tugas dan fungsinya masing-masing di paroki dan dapat terlibat aktif dalam kehidupan menggereja,” kata Romo Albert.

Pra-Paroki Kristus Penebus Rentung sebelumnya merupakan bagian dari salah satu stasi paroki Sta. Maria diangkat ke Surga Ketang-Rejeng. Dengan jumlah umat sebanyak 5.145 orang/ 979 KK, wilayah ini akan diresmikan menjadi Paroki Kristus Penebus Rentung oleh Mgr. Silvester San pada Minggu 15 Juli 2018 mendatang.

Dalam paparan materinya, Rm. Martin Chen menjelaskan tentang arah dasar pastoral Keuskupan Ruteng sesuai dengan Sinode terakhir. Secara khusus ia menekankan persekutuan yang menjadi fokus perhatian karya pastoral di tahun 2018.

“Gereja kita mesti menjadi persekutuan umat Allah yang bertolak dari persekutuan umat Allah; beriman utuh yang meliputi seluruh aspek kehidupan; beriman dinamis yang bertolak dari pergumulan kehidupan konkret; dan beriman tranformatif mulai dari pembaharuan diri, pembaharuan kehidupan Gereja, dan pembaharuan masyarakat yang dresapi oleh nilai injili”.

Rm. Martin juga menekankan pola pastoral Gereja yang bersifat kontekstual dan integral. Pelayanan pastoral yang bersifat kontekstual harus sungguh bertolak dari kebutuhan umat. Gereja perlu terlibat dalam pergumulan hidup manusia.

Selain bersifat kontekstual, pelayanan juga harus bersifat integral yang mencakup empat bidang, yaitu bidang pengudusan, perwartaan, persekutuan dan pelayanan sosial.

“pelayanan tersebut harus dilaksanakan secara serasi dan seimbang pada 4 bidang tersebut,” tegas direktur Puspas itu.

Ekonom Keuskupan Ruteng Rm. Alo Jhonson menjelaskan tentang tata kelola keuangan paroki. Dalam materinya ia menguraikan peran Dewan Keuangan Paroki dalam mempersiapkan anggaran pendapatan dan pengeluaran yang direncanakan oleh paroki, mengelola keuangan dan harta benda paroki, serta mengajukan rekomendasi-rekomendasi lain menyangkut kebijakan keuagan dalam paroki sampai pada pertanggungjawaban laporan keuangan paroki.

“Penting bagi paroki untuk memiliki Dewan Keuangan Paroki, sehingga semua harta benda dan keuangan paroki dapat dikelola secara transparan dan akuntabel. Karena itu, yang menjadi anggota DKP adalh orang-orang yang mengetahui seluk beluk tentang keuangan,” jelas Romo Alo.

Rm. Edy Djelahu menekankan pentingnya aspek transparansi dan akuntabilitas dari program pastoral. Ini penting agar program dan kegiatan pastoral dapat dpertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dalam menyusun program pastoral, Dewan Pastoral Paroki mesti menganalisis masalah sehingga dapat menjawab kebutuhan umat.

“Langkah awal yang perlu kita lakukan adalah melihat masalah serta akar masalah yang ada, kemudian secara bersama mencari solusi. Setelah itu kita menyusun program dan kegiatan pastoral dengan tujuan dan indikator yang jelas. Kelompok sasar, penanggung jawab, pihak yang terkait, serta waktu pelaksanaan kegiatan harus ditetapkan dengan pasti, dan semuanya itu harus didukung dengan dana yang memadai,” urai Romo Edy.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*