Metik Mentot May 28, 2018
Wokshop Komisi Keluarga Labuan bajo, 25-27 Mei 2018.

Menindaklanjuti lokakarya penyusunan modul Baru KPPK pada bulan Maret yang lalu, Komisi Keluarga Keuskupan Ruteng menyelenggarakan workshop bedah modul KPPK Keuskupan Ruteng di Labuan bajo, 25-27 Mei 2018.

Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Ruteng, Pater Frumen Andi, SMM saat membuka kegiatan mengatakan Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyusun materi menjadi modul KPPK sebagai bentuk tanggung jawab komisi keluarga bagi pendampingan para calon pasutri di Keuskupan Ruteng. Lebih lanjut dia menjelaskan Persiapan yang baik sebelum menikah diyakini bisa memberikan pengaruh yang luar biasa bagi keberlangsungan rumah tangga calon pasangan yang mau menikah.

Direktur Puspas, Rm. Cen, pr mengatakan workshop ini bertujuan untuk mencoba melihat sejauh mana hasil kerja tim dalam penyusunan materi-materi KPPK dan kemudian hasilnya dipresentasikan dan akan mendapatkan tanggapan dan masukan untuk penyempurnaannya menjadi modul.

Harapannya, lanjut Rm Chen, workshop ini akan menghasilkan modul yang akan menjadi kebutuhan kita bersama di Keuskupan Ruteng teristimewa bagi calon pasangan nikah, sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan calon pasangan nikah mengenai perkawinan dan hidup berkeluarga dari sudut pandang teologi, moral, psikologi, gender, seksualitas, dll.

Kegiatan selama tiga hari ini dihadiri oleh 12 tim perumus dari berbagai macam profesi mulai dari para pengajar, Psikolog, konsultan PAUD, para pemerhati anak dan untuk melihat lebih jauh materi-materi yang telah ditulis oleh tim penyusun dan yang kemudian digodok menjadi modul siap pakai. Selama kurang lebih tiga hari, tim perumus akan mencoba membedah 4 tema modul diantaranya tema pendidikan anak dalam keluarga yang digarap oleh tim wvi, tema psikologi: saya ok, kamu ok, tema liturgi perkawinan dan tema kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan dalam workshop ini adalah presentasi materi oleh masing-masing team dan dilanjutkan dengan diskusi bersama.

Tim perumus ini berharap pertemuan selama tiga hari ini bisa menghasilkan modul yang kurang lebih menjawabi kebutuhan umat di keuskupan ruteng, khususnya dalam persiapan perkawinan bagi pasangan calon nikah.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*