Komsos Ruteng May 9, 2018
Para peserta Wrokshop “Sustainable Agricultur Visit and Learning” di Wisma Efata Ruteng, Rabu (09/05/2018 Foto: Cita Grasias/Komsos Ruteng).

 

Direktur Eksekutif Karina-KWI Rm. Antonius Banu Kurnianto mengapresiasi penanganan isu migrasi dan perdagangan manusia di Keuskupan Ruteng. Banyak hasil yang dicapai dari kerja sama lembaga Caritas Keuskupan dengan komisi-komisi dan lembaga terkait. Karena itu ia mengajak lembaga Caritas keuskupan-keuskupan lain di Indonesia dan negara-negara Asia untuk belajar dari Keuskupan ini.

“Proyek yang dilaksanakan oleh Caritas Ruteng adalah salah satu yang terbaik bagi perkumpulan Caritas di Indonesia, yaitu KARINA,” ungkap Rm. Banu dalam sambutan pada Workshop Caritas tingkat Asia di Ruteng, Rabu (09/05/2018).

Direktur Eksekutif Karina itu menjelaskan bagaimana Caritas Keuskupan Ruteng menanggapi situasi darurat perdagangan manusia di keuskupan Ruteng, sebagaimana dinyatakan oleh Menteri Sosial Indonesia pada 2013 silam. Caritas Keuskupan Ruteng lalu berkoordinasi dengan komisi-komisi terkait untuk membantu kehidupan ekonomi dari keluarga-keluarga migran dan menekan niat umat untuk merantau.

“Proyek ini telah mencapai banyak hasil. Di antaranya pengembangan pupuk organik, pengurangan risiko bencana dan adaptasi terhadap perubahan iklim, pemberdayaan ekonomi, menabung, dan sebagainya,” urai Romo Banu.

keuskupan-keuskupan lain di Indonesia, Rm. Banu melanjutkan, perlu belajar dari Keuskupan Ruteng, khususnya kerja sama antarkomisi atau lintas lembaga dalam menangani isu-isu pastoral.

Lebih dari itu, kerja sama juga perlu dibangun antara lembaga Caritas keuskupan dengan Caritas keuskupan lainnya. Dengan demikian, ada kekuatan yang lebih besar dalam penanganan isu-isu pastoral.

“Saya berharap kita bisa saling belajar dan berbagi selama pertemuan ini,” tutup Romo Banu.

Keuskupan Ruteng menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan lembaga-lembaga Caritas tingkat Asia (9 – 11 Mei 2018). Sebanyak 24 utusan lembaga Caritas di 13 Negara hadir, yaitu Nepal, India, Thailand, Philipina, Banglades, Kamboja, Myamar, Srilanka, Timor Leste, Belgia, Kazakhstan, Pakistan dan Indonesia.

Dengan tema “Sustainable Agricultur Visit and Learning”, kegiatan selama tiga hari disi dengan sharing pengalaman karya dari setiap utusan Caritas keuskupan dan negara serta kunjungan ke beberapa wilayah dampingan Caritas Keuskupan Ruteng.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*