Komsos Ruteng April 29, 2018
Gambar buah buah kebaikan yang terinspirasi dari bacaan Liturgi Misa Minggu Paskah V tentang Yesus sebagai pokok anggur. Buah buah kebaikan itu menjadi doa untuk Pedro yang merayakan ulng tahun, Minggu (29/04/2018)

Buah anggur terbaik adalah yang manis.
Dan yang manis adalah semua yang baik, yaitu jujur, berani, disiplin, setia, rajin, penuh sukacita, tidak bersungut-sungut, dan giat berusaha.

Hari itu Minggu, 29 April 208. Louise Pedro datang ke gereja Kumba dengan membawa dua bungkusan besar permen. Seorang anak lain datang dan berbisik kepada salah seorang pendamping Sekami

“Kaka, hari ini Pedro ulang tahun,” bisik seorang anak lain kepada pendamping sekami.

Demikianlah hari itu menjadi hari yang spesial bagi anak-anak Sekami Kumba. Salah seorang temannya merayakan ulang tahun ke tujuh.

Pedro adalah seorang anak yang rajin mengikuti kegiatan Sekami setiap hari minggu. Usianya masih sangat muda, tetapi ia sudah menunjukkan semangat yang menyala dalam setiap kegiatan. Ia tidak banyak bicara, dan leih banyak mendengar.

Keikutsertaanya dalam kegiatan Sekami ternyata menjadi contoh bagi beberapa anak seusianya yang ada di KBG tempat tinggalnya untuk datang.

Yang mengesankan dari ulang tahun Pedro kali ini ialah karena dirayakan pada pekan paskah kelima, ketika injil berbicara tentang pokok Anggur yag baik. Untuk mendalami teks Injil hari itu, para pendamping Sekami menyiapkan sebuah gambar. Gambar itu ialah gambar wajah Yesus dengan tubuhNya adalah anggur.

Pendalaman kitab suci dibuka dengan pertanyaan “siapa yang pernah melihat buah anggur? Siapa yang pernah makan buah anggur? Bagimana bentuk dan rasanya?”

Sekami paroki Kumba merenungkan cerita Injil tentang Yesus Pokok Anggur, Minggu (29/04/2018)

 

Beberapa orang anak-anak mengaku pernah melihat dan makan buah anggur yang warnanya ungu dan hijau. Rasa anggurnya manis. Setelah pertanyaan tersebut dijawab, para pendamping mengarahkan anak-anak Sekami untuk mengenal Yesus sebagai pokok anggur, pokok hal-hal yang manis, pokok hal-hal yang baik. Semangat Pedro dalam mengikuti kegiatan Sekami dijadikan contoh buah manis bagi anak-anak yang hadir hari itu.
Kemudian anak-anak Sekami diminta menyebutkan contoh hal-hal baik. Mereka semua mengacungkan jari. Satu demi satu menyebut perbuatan baik, antara lain jujur, tidak maki, tidak sombong, pergi gereja, rajin, dan rendah hati. Jawaban anak sekami yang beragam tersebut kemudian ditulis pada tubuh Yesus sang pokok kebaikan.

Aksi ini adalah bentuk janji yang dibuat anak-anak Sekami untuk menjadi anak-anak yang baik sepekan yang akan datang. Permenungan ditutup dengan menyanyikan lagu Yesus Pokok dan Kitalah Carangnya.

Selanjutnya para pendamping mengambil inisiatif untuk merayakan ulang tahun Pedro secara lebih berkesan. Para pendamping mengambil beberapa batang lilin lalu dinyalakan di tengah lingkaran anak Sekami. Mereka berdoa bersama, dan sebatang lilin yang lain digilir ke masing-masing anak sambil menyebutkan satu permohonan baik untuk Pedro.

Hari itu, Pedro mendapat dua puluh sembilan doa yang manis di kebun Sekami. Saat itu, Yesus hadir di tengah-tengah mereka dan membagi buah anggur yang manis lewat permen ulang tahun.

(Oleh: Retha Janu/Paroki Kumba)

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*