Api Semangat Misioner di Benteng Jawa

 

Prosesi penyalaan Api Unggun: Rm. Ompy Latu, Pr bersama sejumlah anak menyalakan api unggun dalam kegiatan malam api unggung bersama SEKAMI Keuskupan Ruteng di Gereja Paroki St. Yusuf Benteng Jawa, Sabtu (27/01/2018)

 

Nyala api perlahan-lahan membesar dan membakar habis tumpukan kertas. Asap pun mengepul dari tengah-tengah Gereja St. Yusuf Benteng Jawa, Sabtu (27/01/2018) malam.

Saat itu lebih dari 1.500 anak-anak sedang berada di sana. Tidak ada yang lari. Mereka justru makin terhanyut dalam permenungan. Bahkan silih berganti mereka daraskan doa dan nyanyikan lagu pujian-penyembahan mengiringi kepulan asap yang terus meninggi.

Ini bukan bencana. Kebakaran itu memang sengaja dibuat sebagai adegan utama dari malam api unggun yang dilakukan oleh anak-anak SEKAMI Keuskupan Ruteng untuk merayakan Hari Anak Misioner sedunia ke-175. Sedianya, ini dilaksanakan di luar Gereja. Akan tetapi, karena hujan, panitia memindahkan tempatnya ke dalam Gereja.

Pertemuan malam itu diawali dengan puji-pujian yang dipimpin oleh tim KKI Keuskupan Ruteng Festy dan Arni. Seperti biasa, lagu-lagu SEKAMI dibawakan dengan gerak tari. Semua bersemangat sehingga dinginnya cuaca malam, lelah dan kantuk tidak terasa. Padahal semua mereka melakukan perjalanan jauh hari itu dengan menantang hujan dan angin.

Acara disusul dengan pembacaan Kitab Suci dan renungan oleh Rm. Ompy Latu, Pr. Suaranya yang lantang berhasil menakhlukkan riuh canda ribuan peserta yang adalah anak-anak. Kata-katanya bahkan mampu menyeret perhatian mereka ke dalam permenungan menjadi anak Tuhan yang baik.

“Kamu harus mampu menjadi terang dan garam dunia”, seru Romo Ompy.

Ketua komisi liturgi Keuskupan Ruteng itu menegaskan kehadiran sekami yang sangat penting dalam hidup menggereja. Itu sebabnya rumusan doa tahun persekutuan keuskupan Ruteng menyebut SEKAMI sebagai salah satu kelompok kategorial yang perlu didoakan dan didukung.

Prosesi penyalaan api unggun dilaksanakan usai renungan. Ini bukan api unggun biasa tetapi disertai dengan doa. Untuk itu, anak-anak diajak untuk menuliskan doa dan harapan pada secarik kertas. Kertas berisi doa dan harapan itu dikumpulkan lalu diletakkan di depan altar.

Kemudian, sebanyak 15 anak SEKAMI dari paroki Benteng Jawa beridiri di lorong tengah gereja dengan memegang obor besar sebagai penerang. Api obor itu kemudian dipakai untuk membakar kertas yang berisi harapan dan doa anak-anak SEKAMI. Sementara mereka membakar, anak-anak lainnya menyanyikan lagu terang Kristus sudah menyala.

Seorang utusan SEKAMI mengumpulkan kertas berisi doa dan harapannya untuk dibakar pada kegiatan malam api unggun bersama SEKAMI Keuskupan Ruteng di Gereja Paroki St. Yusuf Benteng Jawa, Sabtu (27/01/2018)

 

Nyala api itu tidak hanya membakar habis tumpukan kertas doa tetapi juga menyulut semangat anak-anak. Acara pun dilanjutkan meski malam semakin larut. Festy dan Arni tampil memberikan animasi misioner sebelum acara ditutup dengan berkat oleh Rm. Ompy Latu, Pr., pada pukul sepuluh malam.

“Ternyata cuaca seperti ini malah lebih baik. Suasana menjadi lebih hening dan anak-anak akhirnya dapat berdoa dengan baik”, ujar Romo Ompy setelah ibadat selesai.

(Oleh: Retha J., Festy)

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *