PUSPAS Ruteng Sosialisasikan Pedoman KBG

Sosialisasi: Sebanyak 128 utusan KBG dari 8 Paroki mengikuti sosialisasi Pedoman KBG Keuskupan Ruteng di Paroki Ngkor, Sabtu (20/01/2018).

 

Menindaklanjuti rekomendasi Sinode III pada tahun persekutuan 2018 tentang penguatan kelembagaan dan administrasi Komunitas Basis Gerejani (KBG), dua tim dari Pusat Pastoral (Puspas) Keuskupan Ruteng melakukan sosialisasi pedoman KBG. Sosialisasi pada hari pertama, Sabtu (20/01/2018), dilakukan di Paroki Ngkor dan Narang.

“Pusat Pastoral membentuk dua tim sehingga sosialisasi bisa dilakukan di dua tempat secara bersamaan. Dengan ini, kita bisa menjangkau kelompok lebih kecil di empat kevikepan dan lebih banyak utusan KBG yang hadir,” kata Direktur Puspas Rm. Martin Chen kepada Komsos Ruteng, Sabtu (20/01/2018).

Di Kevikepan Ruteng, Romo Chen mencontohkan, sosialisasi dilakukan di beberapa tempat. Sosialisasi di Paroki Ngkor menghadirkan utusan dari delapan paroki wilayah Rahong Lelak. Demikian juga di Paroki Narang, sosialisasi dihadiri oleh paroki-paroki wilayah pesisir pantai selatan Manggarai.

Pedoman Praktis

Tim Sosialisasi: Sr. Sinta, MSC sedang mempresentasikan satu bagian dari Pedoman KBG Keuskupan Ruteng. Pusat Pastoral membentuk dua tim sosialisasi untuk menjangkau lebih banyak KBG.

Pedoman KBG Keuskupan Ruteng, sebagaimana Komsos Ruteng baca, terdiri atas empat bab pada 15 halaman kertas berukuran A4. Pedoman antara lain berisi tentang hakikat KBG, dinamika kehidupannya, struktur dan sistem, dan ciri KBG yang dinamis, inklusif dan transformatif.

Pada bagian awal tertulis latar belakang penyusunan pedoman, yaitu dinamika persekutuan KBG yang terus berkembang makin kompleks. Diskusi-diskusi pada Sinode III Keuskupan Ruteng akhirnya secara jelas merumuskan adanya kebutuhan akan adanya pedoman KBG yang menjadi rujukan bagi para pengurus dan umat.

“Secara organisasi, KBG sekarang ini telah berkembang menjadi unit teritorial terkecil dari paroki yang diberi wewenang untuk turut mengurus administrasi dan keuangan (misalnya: Iuran Gereja Mandiri). Kelompok umat yang dahulu terbatas rutin mendaraskan doa rosario pada bulan Mei dan Oktober kini bertumbuh menjadi komunitas umat beriman, di mana terwujud seluruh aspek kehidupan Gereja dalam bidang pengudusan, pewartaan dan pelayanan sosial,” isi Pedoman KBG Keuskupan Ruteng pada bagian awal.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *