Cerianya Malam Itu Saat Berdoa Rosario Misioner

Sekami Ekuardo Paroki Ekaristi Kudus Redong berdoa rosario misioner di KBG St Sisilia Paroki Langke Majok (Sabtu, 21/10/2017)

Akhir pekan kali ini kali ini dilalui dengan suasana yang berbeda. Dari dalam rumah bapak Daniel Ngginggu di KBG St. Sisilia, Paroki St. Padre Pio Langke Majok, terdengar suara nyanyian serta canda tawa dari sekelompok anak. Hari itu, Sabtu (21/10/2017), anak-anak Sekami Ekuardo – paroki Ekaristi Kudus Redong berdoa rosario di rumah itu.

Biasanya Rosario dipimpin oleh bapak atau ibu. Tetapi kali ini, seluruh doa rosario di pimpin oleh anak sekar-sekami. Maklum, ini Rosario Misioner yang dilaksanakan oleh anak-anak Sekami dalam rangka hari Minggu Misi Sedunia. Selain petugas dari anak-anak Sekami, ujud yang disampaikan dalam lima peristiwa dalam rosario ini khusus bagi karya misi dan anak-anak. Doa-doa dipersembahkan yaitu memohon penyertaan bunda maria bagi para misionaris yang menjalankan tugasnya di daerah-daerah terpencil dan sering terjadi konflik; bagi semua anak misioner yang tersebar di lima benua agar dapat menjadi pewarta kerajaan Allah ke seluruh penjuru dunia; bagi para ibu-ibu yang sedang mengandung dan anak-anak yang terlantar; dan Bagi para orang tua dan para penjasa terutama warga KBG st.cicilia.

Doa rosario berakhir pada pukul 21:00. Akan tetapi anak-anak sekami belum terlihat mengantuk. Serentak mata mereka mengarah ke pintu dapur. Dari sana, beberapa orang mengantar minuman berupa teh dan kopi serta kue serabe untuk disuguhkan bagi semua yang hadir.

“Wah.. sepertinya kita pesta Serabi hari ini,” celetuk Shella.

Serabi adalah salah satu makanan lokal di Manggarai. Ia terbuat dari tepung beras yang diolah seperti membuat roti bakar. Aromanya khas. Karena terbuat dari beras, sepotong Serabi dijamin bisa membuat orang kenyang.

Gerak dan Tari usai berdoa rosario misioner di KBG St Sisilia Paroki Langke Majok

Anak-anak sekami menikmati minuman dan makanan ringan sambil mendengar sambutan-sambutan.Yang pertama, dibawakan oleh ketua kelompok KBG st.Sicilia. Dia menyatakan kagum dengan anak-anak sekami Redong. Dan keluarga-keluarga sangat senang menyambut kedatangan mereka.

Selanjutnya pembina Sekami redong Nelis Pamput mewakil memberikan sambutan singkat. Atas nama anak-anak Sekami ia menyampaikan sekilas tentang hari minggu misi lalu disusul dengan ucapan terima kasih.

“Kami sangat bangga dan senang karena kami di anggap seperti anak dan keluarga kalian. Kami mohon maaf jika banyak sikap kami yang tidak berkenaan. Sekali lagi saya Kakak merry, Shela dan semua anak-anak Sekami mengucapkan terimakasih,” ucap Stanis.

Keceriaan malam itu berlanjut ketika lagu dan gerak khas sekami mulai dibawakan. Hentakan gerak dan lagu “Get Up dan Love” membuat rasa kantuk terusir. Kemudian, tombo turuk “pondik”, dan vocal grup “bengu rele kaju”, Puisi “Gembala yang baik” dan lagu “Sekami Keren”. Di antara lagu, ada selingan tepuk tangan, yaitu “tepuk ngantuk”, “ruteng”, dan “kompiang” mengundang tawa dan partisipasi yang hadir.

Rencananya, kegiatan doa sekami berakhir pada 22.30. Akan tetapi, semangat anak-anak sekami membuat ketua KBG St. Sisilia memberi kesempatan untuk bergembira hingga jam sebelas malam. Anak-anak pun mengisi kesempatan itu dengan bernyanyi dan menari.

(Oleh Sheila Kongen)

,
One comment on “Cerianya Malam Itu Saat Berdoa Rosario Misioner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *