Caritas Keuskupan Ruteng Kampanyekan Peduli Migran Lewat Drama

 

Adegan dalam drama “L’ata Dading” (foto: Komsos Ruteng)

Caritas Keuskupan Ruteng mengampanyekan peduli terhadap migran melalui pentasan drama “L’Ata Dading” yang menceritakan dinamika kehidupan keluarga-keluarga migran di Keuskupan Ruteng. Pementasan akan dilakukan di sejumlah paroki dan telah dimulai di Paroki Katedral Ruteng, Sabtu (24/09/2017).

“Pentasan ini merupakan salah satu kegiatan Caritas Keuskupan Ruteng yang mewakili Caritas seindonesia menyongsong kampanye migrasi internasional dengan tema ‘Share the Journey’ yang secara resmi diluncurkan pada 27 september 2017 oleh Paus Fransiskus” kata Ketua Penyelenggara Pementasan Rm. Yuvens Rugi, Pr., di Aula Assumpta Paroki Katedral Ruteng, Sabtu (24/09/2017).

Drama berjudul “L’Ata Dading” ditulis dan disutradarai oleh Rm. Edi Menory, Pr serta diperankan oleh anak-anak Sekolah Minggu (Sekami). Drama tiga babak dengan durasi satu jam itu menceritakan bagaimana ibu rumah tangga menghidupi keluarganya sementara suaminya merantau ke Malaysia. Selain bergumul dengan urusan mencari nafkah dan menyekolahkan anak, ia menghadapi tekanan dari lingkungan sosial yang menganggap rendah kaum perempuan dan isteri para migran.

Sutradara, para pelakon, dan panitia pementasan Drama “L’Ata Dading” usai pementasan drama

Harapan baru akan masa depan yang lebih cerah datang ketika lembaga Caritas Keuskupan Ruteng mendampingi keluarga-keluarga yang ditinggal oleh para perantau itu. Caritas Keuskupan Ruteng mengumpulkan isteri para migran dan memberdayakan mereka lewat usaha pertanian organik. Tidak hanya pemberdayaan ekonomi, Caritas Keuskupan Ruteng melakukan pendampingan integral terhadap mereka dengan memerhatikan berbagai sisi kehidupan seperti persekutuan, persaudaraan dan iman.

Pendampingan bagi Keluarga Migran

Direktur Caritas Keuskupan Ruteng Rm. Martin Chen, Pr., menjelaskan apa yang dilakukan oleh Caritas Keuskupan Ruteng selama ini telah sejalan dengan kampanye global “Share the Journey” yang dilakukan oleh Caritas Internasional. Caritas Keuskupan Ruteng, kata dia, memberi perhatian khusus terhadap keluarga para buruh migran. Itu sudah berjalan selama empat tahun terakhir atas dukungan dan kerja sama dengan Caritas indonesia yang biasa disebut Carina.

“Empat tahun terakhir kita bekerja sama dengan Caritas Indonesia Carina untuk mendampingi keluarga-keluarga migran, khususnya isteri dan anak-anak yang ditinggal oleh suami mereka yang merantau. Keluarga-keluarga ini dikumpulkan ke dalam kelompok-kelompok. Di sana mereka didampingi untuk mandiri secara ekonomi. Mereka dilatih mengembangkan pertanian, khususnya sayur.” kata Romo Chen

Ia berharap para penonton drama ini dapat mengenal dinamika kehidupan keluarga buruh migran dan membangun sikap belarasa dengan mereka.

“Setelah mengenal, mereka juga punya hati yang berbela rasa. Kita berharap mereka bisa menyebarluaskan pesan-pesan solidaritas dengan kaum migran,” tutup Romo Chen.

Kampanye Global Peduli Migran “Share the Jorney”

Paus bertemu para migran (Foto: http://www.news.va/en/news/pope-invites-all-to-share-the-journey-of-migrants>)

Caritas internasional mengampanyekan peduli migran “Share the Journey” untuk berbagai gerakan dan peningkatan kesadaran tentang nasib migran. Kampanye dua tahun itu dibuka oleh Paus Fransiskus pada Rabu (27/09/2017) di Lapangan St. Petrus Vatikan.

Kampanye bertujuan antara lain untuk menantang mitos dan persepsi negatif mengenai migran melalui situs web yang menampilkan cerita individu, dampak sebenarnya dari imigrasi dan penjelasan tentang pengajaran Gereja mengenai budaya perjumpaan. Kampanye juga berisi ajakan untuk mengambil tindakan publik untuk mendukung migran, mengirim pesan pro-imigran di media sosial dan berpartisipasi dalam program di mana mereka dapat bertemu dengan para migran dan pengungsi.

Paus Fransiskus mengucapkan terima kasih kepada anggota Caritas dan organisasi Gereja lainnya atas komitmen mereka terhadap para migran. Dalam audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus, Rabu (27/09) ia memengajak seluruh umat Katolik untuk membuka diri dan peduli terhadap nasib para migran. Kepedulian itu tidak sekadar mendengar cerita para migran, tetapi juga memperlakukan mereka dalam semangat persaudaraan.

“Kristus mendesak kita untuk menyambut saudara dan saudari kita dengan tangan kita yang benar-benar terbuka, siap untuk pelukan yang tulus, pelukan yang penuh kasih dan melingkupi,” kata Paus Fransiskus sebagaimana ditulis Vatican Radio dalam website mereka.

2 comments on “Caritas Keuskupan Ruteng Kampanyekan Peduli Migran Lewat Drama
  1. Pingback: Karina Caritas Indonesia » Caritas Keuskupan Ruteng Kampanyekan Peduli Migran Lewat Drama

  2. Pingback: Karina Caritas Indonesia » Caritas Diocese of Ruteng’s Campaign for Migrants

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *