Komsos Ruteng September 17, 2017
Pembentukan Kelompok Tani Oganik di Stasi Akel Paroki Pagal, Minggu (17/09/2017)

 

Caritas Keuskupan Ruteng memperluas cakupan lananannya. Kali ini, September 2017, lembaga ini menyasar keluarga-keluarga migran di Paroki Pagal dan Narang Keuskupan Ruteng. Pendampingan yang menyeluruh dan berkelanjutan dimulai dengan pembentukan kelompok ibu migran pertanian organik.

Di Paroki Pagal, Caritas Keuskupan Ruteng mendampingi isteri para migran di Stasi Akel. Kegiatan dimulai pada Minggu, 17 September 2017 dengan pembentukan tiga kelompok sesuai dengan tempat tinggal mereka masing-masing. Tiap kelompok terdiri atas 15 – 20 peserta yang sebagian besar para isteri migran. Kemudian, kelompok menjadwalkan kegiatan yang akan mereka jalankan untuk tiga bulan pertama setelah pembentukan.

Pembentukan kelompok itu dilaksanakan usai perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Direktur Caritas Keuskupan Ruteng Rm Martin Chen, pr.  Dalam sambutannya Direktur Caritas Ruteng Rm Chen menjelaskan dasar dari pelayanan mereka terutama bagi para isteri migran. Isu migran dan pertanian organik, kata beliau, mencuat dalam Sinode III Keuskupan ruteng.

“Keuskupan Ruteng dalam Sinode untuk yang pertama secara khusus memperhatikan semua orang yang mengalami kesulitan dalam hidup mereka dan salah satu kelompok umat yang paling banyak di Manggarai Raya adalah kelompok keluarga migran/ibu-ibu migran. Dan sejak beberapa tahun belakangan ini Keuskupan Ruteng membuat kegiatan pastoral untuk mendampingi keluarga-keluarga migran,” jelas Rm. Chen dalam sambutannya usai perayaan Ekaristi bersama para kelompok tani di Stasi Akel.

Sebelumnya Caritas Keuskupan Ruteng juga membentuk kelompok dampingan di Narang, Minggu (4/09/2017). Sebanyak 200 ibu-ibu isteri para migran hadir dalam pertemuan di Narang. Mereka kemudian dibagi ke dalam empat kelompok.

Kedepan kelompok-kelompok itu akan didampingi dalam mengembangkan pertanian organik. Untuk itu, tim Caritas secara rutin akan turun ke lapangan untuk bekerja bersama para ibu keluarga migran.

“Kami punya tim yang setiap hari turun ke lapangan. Mereka bekerja bersama para anggota kelompok dan memberikan masukan-masukan bagi pengembangan pertanian organik,” kata Koordinator Lapangan Caritas Keuskupan Ruteng Heri Gesin kepada Komsos, Minggu (17/09).

Hingga saat ini Caritas Keuskupan Ruteng telah berkarya di sejumlah paroki di Keuskupan Ruteng. Di antaranya Paroki Tentang, Todo, Beanio, Ponggeok, Beokina. Pagal dan Narang merupakan dua paroki baru yang dilayani sejak 2017.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*