Komsos Ruteng July 28, 2017
Komisi Kesehatan Keuskupan Ruteng bekerja sama dengan Perdhaki bersama peserta dan pemateri penyuluhan penanggulangan HIV AIDS di Paroki Nanu, Keuskupan Ruteng, Jumat (28/07/2017)

 

Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Manggarai mengajak warga untuk membangun pola hidup sehat terutama dalam keluarga agar terhindar dari penyakit berbahaya sepertiHIV/ AIDS. Pemahaman yang benar dan kewaspadaan terhadap penularan penyakit itu perlu ditingkatkan mengingat jumlah kasusnya terus meningkat.

Pengelola program pada Komisi Penganggulangan AIDS kabupaten manggarai Bonifasius Mardianus mengatakan, terdeteksi 157 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Manggarai sejak 2005 hingga Desember 2016. Sangat mungkin ada banyak kasus yang belum terdeksi sehingga, menurutnya, jumlah yang sesungguhnya lebih dari itu .

“Dalam kaitan dengan jumlah kasus itu, ada yang kita sebut dengan fenomena gunung es. Yang muncul ke permukaan itu yang sedikit. Tetapi sesungguhnya banyak kasus yang tidak terdeteksi sehingga angka kasus yang sesungguhnya lebih besar,” jelas Boni.

Penyebaran kasus-kasus HIV/AIDS di Manggarai, lanjut Boni, sudah mencapai desa-desa, menyerang ibu rumah tangga yang perilaku hariannya tidak berisiko, dan media penularannya makin beragam.

“Jadi, bisa diperkirakan peningkatan jumlah kasus ke depan akan terus bertambah jika tidak diintervensi terus menerus,” tegasnya.

Hingga kini, Komisi penanggulangan HIV / AIDS melakukan berbagai kegiatan untuk menanggulangi penyebaran penyakit berbahaya itu. Antara lain, KPA melakukan kampanye tentang perilaku hidup sehat dan aman, seperti kesehatan reproduksi yang dilakukan terhadap para remaja dan kelompok-kelompok masyarakat yang rentan. Melalui sosialisasi itu, mereka diharapkan memiliki pemahaman yang tepat tentang penyakit-penyakit berbahaya.

Penyuluhan penanggulangan AIDS di Paroki Nanu dilaksanakan oleh Komisi Kesehatan Keuskupan Ruteng bekerja sama dengan PERDHAKI, jumat 28 juli 2017. Sebanyak 30 peserta hadir dalam kegiatan selama setengah hari itu.

Pengelola Program penanggulangan HIV/AIDS Perdhaki Sr. Margaretha, FSGM berharap, penyuluhan seperti ini terus digalakan agar masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Keuskupan Ruteng mengenal penyakit berbahaya. Para peserta kemudian dapat melanjutkan pemahaman yang benar kepada sesama di lingkungan mereka.

“saya menargetkan sampai 70% wilayah Keuskupan Ruteng dapat terjangkau dengan kegiatan penyuluhan. Selain itu, para peserta juga diharapkan dapat melanjutkan informasi yang tepat kepada kepada sesama.Misalnya, seorang peserta memberi pemahaman kepada 10 orang lain,” kata Sr. Margaretha, FSGM.

Ia menjelaskan, penanggulangan penyebaran dan bahaya HIV AIDS perlu melibatkan banyak pihak, seperti pemerintah, Gereja, lembaga-lembaga swadaya masyarakat, dan orang secara pribadi.

Ini bukan pekerjaan pribadi saya. Semua mesti bertanggung jawab terhadap kesehatan keluarga dan masyarakat. Tidak hanya Gereja dan pemerintah, masyarakat juga perlu aktif terlibat,” pungkasnya.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*