Komsos Ruteng July 14, 2017
Para guru SMP dan SMA St Klaus Kuwu mengikuti pelatihan Kurikulum 2013, 10 – 14 Juli 2017

 

Jelang tahun ajaran baru, para guru SMP dan SMA St. Klaus Kuwu mengikuti pelatihan kurikulum 2013. Pelatihan selama empat hari (10-14 Juli 2017) itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sebagai guru dan berdampak pula pada peningkatan prestasi belajar siswa.

“Yang mau kita capai dalam kegiatan ini adalah para guru dapat terlibat dalam kurikulum 13 tahun 2013 dan bisa memahami apa semangat dasar dari kurikulum ini,” kata Rm. Edi Jelahu Pr yang menjadi instruktur dalam kegiatan itu di Kuwu, Jumat (14/7/2017).

Lebih dari itu, lanjut Rm. Edi, kegiatan ini bertujuan menyesuaikan proses pendidikan dan pembelajaran di lembaga ini sehingga menjawabi tuntutan dari kurikulum 13. Di antaranya, bagaimana sekolah memberi porsi yang seimbang antara pengetahuan dan keterampilan belajar seperti yang dituntut dalam kurikulum itu.

Ia menjelaskan proses pelatihan itu dimulai dengan menyamakan persepsi tentang apa itu kurikulum 2013. Untuk itu, para guru diajak untuk mendalami peraturan-peraturan yang dikeluarkan pemerintah beberapa tahun terakhir. Dengan dasar pemahaman atas peraturan yang ada, mereka dibimbing bagaimana mempersiapkan dan mempresentasikan materi pelajaran di kelas.

Kurikulum 2013, urai Rm. Edi, memiliki karakteristik yang unik, yaitu memberikan penekanan atau porsi lebih yang besar kepada pembelajaran yang menekankan pada bagaimana siswa terampil dalam belajar menerapkan ilmu dan bersifat kontekstual. Artinya, tempat belajar mereka bukan hanya dari buku atau dari informasi-informasi media-media lainnya tetapi justru dari lingkungan sekitarnya.

“Itu yang harus dieksplorasi oleh guru dan juga oleh siswa itu sendiri sehingga pembelajarannya betul sungguh kontekstual dan juga merangsang mereka untuk terampil dalam melakukan pembelajaran,” jelas Rm. Edi.

Sekretaris Yayasan Pendidikan Ernesto, Maksi Mbangur,berharap kegiatan ini akan meningkatkan kualitas pelayanan para guru yang akan berdampak pada peningkatan prestasi belajar siswa.

“Kami mengajak para guru merefleksikan tugas-tugas mereka. Guru melihat apa kontribusi bagi anak-anak dan Yayasan, meningkatkan prestasi belajar anak-anak, meningkatkan kualitas pembelajaran,” kata Maksi.

Ke depan, lanjut Maksi, Yayasan Ernesto merencanakan pelatihan seperti ini secara rutin dengan mengundang narasumber yang sama. Dengan itu, kontinuitas pendampingan dapat dikontrol.

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*